Monday, 4 June 2018

Nico Tiwang

Nico Tiwang eks Permesta Bn. D "Sambar Nyawa"

Sebelum pecah pergolakan tahun 1958, Nico Tiwang ini adalah seorang pemuda Minahasa yang energik. Dirinya pernah bergabung dengan salah satu sasana tinju di Tomohon. Sempat pula ia menjadi petinju amatir.
Namun ketika pecah perang Permesta, yang diawali oleh pengeoboman pihak AURI di Manado tanggal 22 Februari 1958 dan banyak pemuda dimiliterisasi oleh Permesta, Nico Tiwang ikut terjaring masuk Permesta pada umur sekitar 20an tahun. Dia bergabung dengan pasukan Kompi D pimpinan Daan Karamoy asal Tataaran sebagi bagian dari pasukan KMKB Manado pimpinan Mayor Ottay.
Sempat ikut berperang di front Warembungan-Pineleng bulan Juli-Agustus, menahan laju 1 tim RPKAD, Hasanudin 601, Brawijaya 517, dan 1 Regu Zeni Pionir pimpinan Mayor Suwarno.
Ketika perang memasuki fase gerilya dan pasukan Karamoy masuk hutan di kawasan Rumengkor-Kembes, Nico Tiwang masih tetap ikut hingga tahun 1961.
Mereka adalah kelompok yang terkenal pernah menangkap sejumlah perwira intelejen RTP I di jajaran KODAM XIII Merdeka. Salah seorang di antaranya Letkol. Ismoro, Mayor Supangkat, dkk bulan September 1958.
Ketika perjanjian perdamaian disepakati bersama antara Permesta dan tentara Pusat di Malenos-Amurang tanggal 4 April 1961 dan segenap pasukan Permesta kembali ke pangkuan ibu pertiwi Nico juga ikut.
Bersama teman-teman, mereka diberangkatkan dengan sebuah kapal bernama Hongkong Vir yang dikawal oleh Brawijaya 523 menuju Jombang Jawa-Timur dan masuk kamp-rehabilitasi di sana hingga selesai. Banyak teman-temannya yang melanjutkan pendidikan sebagai TNI tapi Nico rupanya kembali ke masyarakat.
Nico Tiwang menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Rabu tanggal 11 Oktober 2017 di kampung Kaleosan Kec. Kalawat, Aermadidi, Sulawesi Utara dan dimakamkan di sana.

No comments:

Post a Comment